Flow Map
Menurut Jogiyanto, HM 2005: 37,
Flowmap merupakan bagan alir yang menggambarkan arus dokumen-dokumen dan
laporan-laporan termasuk tembusan-tembusannya pada sebuah sistem. Adapun
simbol-simbol yang sering digunakan dalam membuat Bagan Alir Dokumen atau
Flowmap dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Diagram Konteks
Diagram Konteks merupakan diagram
yang menggambarkan suatu sistem secara garis besar. Diagram Konteks ini
menggambarkan hubungan input output antara sistem dengan dunia luarnya.[12]
Suatu diagram konteks selalu mengandung satu dan hanya satu proses saja. Proses
ini mewakili proses dari seluruh sistem.
Data Flow Diagram
Data Flow Diagram DFD merupakan model
grafis dari sistem yang menunjukkan aliran data dalam sistem secara terstruktur
dan jelas.[13] DFD ini sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang
telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir misalnya lewat
telepon, surat dan sebagainya, atau dimana data tersebut akan simpan misalnya
hard disk, file kartu, diskette dan lain sebagainya. Beberapa Notasi atau
simbol yang digunakan dalam DFD adalah sebagai berikut: 1. Kesatuan luar
External entity disimbolkan dengan suatu notasi kotak Entitas ini merupakan
kesatuan diluar sistem yang dapat berupa orang, organisasi, atau sistem lainnya
yang berada di lingkungan luar lainnya yang akan memberikan input atau menerima
output dari sistem. 2. Arus data pada DFD disimbolkan dengan suatu notasi
panah. simbol panah ini menggambarkan aliran dari data yang mengalir diantara
proses, simpanan data, dan entitas baik berupa masukan untuk sistem ataupun
hasil dari proses sistem. 3. Proses Process disimbolkan dengan suatu notasi
lingkaran. Proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin
atau komputer karena ada arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan
aliran dari data yang akan keluar dari proses. 4. Simpanan Data disimbolkan
dengan sepasang garis horizontal paralel yang tertutup disalah satu ujungnya.
Simpanan Data Data Store merupakan simpanan data yang dapat berupa sebagai
berikut : a. Suatu file atau database di sistem komputer. b. Suatu arsip atau
catatan manual. c. Suatu kotak tempat data di atas meja. d. Suatu tabel acuan
manual. e. Suatu agenda atau buku.
Kamus Data
Kamus data adalah suatu penjelasan
tertulis tentang suatu data yang berada di dalam database.[14] Kamus data
digunakan untuk mendefinisikan data yang mengalir dalam sebuah sistem secara
lengkap berdasarkan arus data yang ada dalam DFD. Pada tahap analisis, kamus
data dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan
pemakai sistem tentang data yang mengalir di sistem. Sedangkan pada perancangan
sistem, kamus data dapat digunakan untuk merancang database , input dan
laporan-laporan. Adapun hal-hal yang perlu dicatat di kamus data adalah sebagai
berikut : 1. Nama arus data Nama arus data perlu dicatat dalam kamus data yaitu
untuk memudahkan mereka yang membaca DFD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut
tentang suatu arus data tertentu di DFD, sehingga dapat langsung mencarinya
dengan mudah di kamus data. 2. Alias Alias atau nama lain dari data perlu
dituliskan apabila nama lain ini ada. Hal ini karena untuk data yang sama
kadang-kadang mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen lainnya.
Sehingga manfaat penggunaan alias ini yaitu pembuatan dokumentasi menjadi lebih
sederhana karena tidak adanya pengulangan dalam pencatatan kamus data untuk
data yang sebenarnya sama. 3. Bentuk data Bentuk data ini perlu dicatat di
kamus data karena dapat digunakan untuk mengelompokan kamus data kedalam
kegunaannya sewaktu perancangan sistem. Adapun bentuk data yang mengalir dalam
DFD dapat berupa dokumen dasar atau formulir, dokumen hasil cetakan komputer,
laporan tercetak, tampilan layar monitor, field. Kamus data yang mencatat data
yang mengalir dalam bentuk dokumen dasar atau formulir dapat digunakan untuk
merancang bentuk input sistem. Kamus data yang mencatat data yang mengalir
dalam bentuk laporan tercetak dan dokumen hasil cetakan komputer dapat
digunakan untuk merancang output yang akan dihasilkan oleh sistem. Kamus data
yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk tampilan monitor dapat digunakan
untuk merancang tampilan layar yang akan dihasilkan oleh sistem. Dan Kamus data
yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk- bentuk tersebut akan digunakan
untuk merancang database. 4. Arus data Arus data ini menunjukan dari mana data
mengalir dan mau kemana data akan menuju. Arus data ini perlu dicatat dalam
kamus data untuk memudahkan pencarian arus data di DFD. 5. Penjelasan
Penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan untuk lebih memperjelas
makna dari arus data yang dicatat di kamus data. 6. Periode Periode ini
menunjukan kapan terjadinya arus data ini. Periode ini perlu dicatat karena
dapat digunakan untuk mengidentifikasi kapan input data akan dimasukan ke
sistem, kapan proses proses dari program harus dilakukan dan kapan
laporan-laporan harus diselesaikan. 7. Volume Volume yang perlu dicatat adalah
volume rata-rata dan volume puncak dari arus data pada periode tertentu. Volume
ini digunakan untuk mengidentifikasi besarnya simpanan luar yang akan
digunakan, kapasitas dan jumlah alat input, alat pemroses dan alat output. 8.
Struktur data Struktur data perlu dicatat dalam kamus data untuk menunjukan
item-item data apa saja yang terdapat dalam suatu arus data.
Diagram E-R
Normalisasi Normalisasi adalah proses
untuk mengorganisasikan file untuk menghilangkan grup elemen yang
berulang-ulang dan menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standar untuk
menghasilkan struktur tabel yang normal.[15] Dalam definisi lain normalisasi diartikan
sebagai proses untuk mengubah suatu relasi tabel yang memiliki masalah tertentu
kedalam dua buah relasi atau lebih yang tidak memiliki masalah tersebut.
Masalah yang dimaksud sering disebut dengan anomali. Anomali adalah proses
basis data yang memberikan efek samping yang tidak diharapkan misalnya
menyebabkan ketidakonsistenan data atau membuat sesuatu data menjadi hilang
ketika data lain dihapus. Normalisasi dapat pula dipahami sebagai
tahapan-tahapan yang masing- masing berhubungan dengan bentuk normal. Bentuk
normal adalah keadaan relasi yang dihasilkan dengan menerapkan aturan sederhana
berkaitan dengan konsep kebergantungan fungsional pada relasi yang
bersangkutan. Secara garis bersar tahapan normalisasi adalah sebagai berikut:
[16] a. Bentuk normal satu First normal form 1 NF Bentuk normal satu yaitu bila
relasi tersebut mempunyai nilai data yang atomik, artinya tidak ada lagi
kerangkapan data. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menghilangkan semua
atribut yang redudansi dari tabel yang tidak normal. b. Bentuk normal dua
Second normal form 2NF Bentuk normal dua yaitu bila relasi tersebut memenuhi
kriteria bentuk normal kesatu dan semua atribut bukan kunci harus bergantung
sepenuhnya ke atribut kunci. c. Bentuk normal tiga Third normal form 3NF Bentuk
normal tiga yaitu bila relasi tersebut memenuhi kriteria bentuk normal kedua
dan menghilangkan atribut yang transitif terhadap atribut kunci. d. Boyce-Codd
Normal Form BCNF, Bentuk Normal ini dapat dilakukan jika masih ada atribut
bukan kunci yang menjadi tempat bergantung secara fungsional oleh atribut lain.
Hal ini dapat dilakukan dengan menentukan kunci kandidat yang bersifat unik
kemudian pisahkan atribut yang datanya berulang dengan atribut yang datanya
tidak berulang. 2. Tabel Relasi Relasi tabel adalah gambaran tentang hubungan
yang terjadi antar tabel – tabel yang akan digunakan dalam program aplikasi
melalui teknik normalisasi sehingga memiliki sebuah kunci yang menghubungkan
relasi datanya. 25 PEMBAHASAN Pembahasan pada laporan kerja praktek ini
memaparkan tentang analisis sistem mulai dari analisis sistem yang sedang
berjalan hingga analisis sistem yang sedang dibuat serta implementasi dan
pengujian dari aplikasi yang akan dibangun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar