Teknik Desain Sistem Secara Umum
Arsitek
dapat menggunakan beberapa teknik desain akan membuat desain dalam membuat
sketsa. Untuk bangunan gedung yang sederhana, mungkin arsitek cukup menggunakan
kertas gambar (umumnya di kertas kalkir). Untuk bangunan gedung yang kompleks
dan besar, arsitek mungkin juga dapat menggunakan teknik prototipe untuk
mendesain bentuk gedung yang diinginkan.
Semua
teknik-teknik yang digunakan di tahap analisis, sistem dapat juga digunakan
pada tahap ini, seperti misalnya flowchart dan formulir-formulir. Disamping itu
terdapat beberapa teknik lain dapat diterapkan pada tahap desain ini, yaitu
teknik sketsa di kertas kosong dan prototyping (pembuatan prototipe).
Prototyping merupakan pendekatan-pendekatan dilhami dari desain teknik (seperti
pembuatan prototipe bangunan oleh arsitek). Penekanan dari teknik ini adalah
pada pembuatan suatu model kerja dan sistem final secara mungkin. Model ini
yang disebut dengan prototipe. Sistem prototipe ini kemudian dapat diperiksa
oleh user untuk menentukan apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau
belum. Jika belum sesuai dengan yang diinginkan, maka prototipe dapat direvisi
sampaia sesuai dengan yang diinginkan atau belum.
Prototyping
belum banyak digunakanpada masa lau, karena beberapa lalu banyak pemograman
komputer yang dilakukan dengan menggunakan bahasa pemograman semacam COBOL,
FORTRAN, PL/1, dan BASIC. Bahasa-bahasa pemograman ini tidak mendukung
pembuatan prototipe. Pembuatan kode program dan debugging dengan bahasa-bahasa
pemograman ini untuk membuat suatu prototipe terlalu lama dan sulit.
Contoh-contoh bahasa pemogrman diantaranya ialah FOCUS, RAMIS, BASE IV,
FoxBase, USER-11. dengan bahasa-bahasa ini akan mudah untuk membuat program
penghasil laporan-laporan dan pemasuk input. Setelah prototipe sektor dibuat
dan disetujui, anaklis sistem dapat menentukan keputusannya, yaitu prototipe
diteruskan lagi dengan bahasa pemograman yang telah digunakan atau prototipe
diubah dengan bahasa pemogaraman lainnya.
Desain Komponen Sistem Secara Umum
Pada tahap
ini desain secara umum, komponen-komponen sistem informasi dirancang dengan
tujuan untuk dikomunikasikan kepada user bukan untuk pemograman. Komponen
sistem informasi yang didesain adalah model, output, input, database,
teknologi, dan kontrol.
Desain Model
Secara Umum
Analisis sistem dapat lain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam
bentuk physical system dan logical model. Bagan alir sistem (systems flowchart)
merupakan alat yang yang tepat digunakan untuk menggambarkan physical system.
Sketsa dari physical system dapat menunjukkan kepada user bagaimana nantinya
sistem secara fisik akan diterapkan. Pengolahan data dari sistem informasi
berbasis komputer membutuhkan metode-metode dan prosedur-prosedur. Metode dan
prosedur yaitu bagian dari metode sistem informasi (model prosedur) yang akan
mendefinisikan urut-urutan kegiaatan untuk menghasilkan output dari input yang
ada.
Desain
Output Secara Umum
Output (keluaran) adalah produk dari sistem informasi yang dapat dilihat.
Output dapat berupa hasil dari media keras (seperti misalnya kertas, microfilm)
atau hasil di media lunak (berupa tampilan di layar video). Tipe output yaitu
output intern yaitu output yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan manajemen.
Dan output ekstern adalah output yang didistribusikan kepada pihak luar yang
membutuhkannya.
Desain Input
Secara Umum
Alat dari input dapat digolaongkan kedalam golongan yaitu alat input langsung
dan alat input tidak langsung. Proses dari input dapat melibatkan dua atau tiga
tahapan utama, yaitu data capture (penagkapan data), data preparation
(penyiapan data), dan data entry (pemasukan data). Ada dua tipe input yaitu
input internal dan eksternal.
Desain
Database Secara Umum
Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu
sama lainnya, tersimpan di simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak
tertentu untuk memanipulasinya. Database merupakan salah satu komponen yang
penting dari sistem informasi karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi
bagi para pemakainya. Sistem basis data adalah suatu sistem informasi yang
mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya
dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam di dalam
suatu organisasi.
Desain Teknologi
Secara Umum
Teknologi dapat digunakan untuk menerima input , mejalanakan model, menyimpan
dan mengakses data, manghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu
pengendalian dari sestem secara keseluruan . teknologi terdiri atas 3 bagian
utama, yaitu perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) dan teknisi
(humanware atau brainware). Teknisi yang mengetahui teknologi dan membuatnya
dapat beroperasi.
Desain
Kontrol Secara Umum
Suatu sistem merupakan subyek dari mismanajemen, kesalahan-kesalahan,
kecurangan-kecurangan dan penyelewengan-penyelewengan umum lainnya.
Perngendalian yang diterapkan pada sistem informasi sangat berguna untuk tujuan
mencegah atau menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Apabila suatu
sistem dilengkapi dengan suatu pengendalian yang ada atau yang berguna untuk
mencegah atau menjaga hal-hal yang negatif. Suatu sistem harus dapar menjaga
dirinya-sendiri. Pengendalian dalam sistem informasi dapat dikategorikan lebih
lanjut kedalam pengendalian secara umum (general control) dan pengendalian
aplikasi (application control).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar